Tanaman pisang (Musa spp.)
Do you guys know? Tanaman pisang (Musa spp.) merupakan salah satu tanaman pangan penting di dunia yang banyak dibudidayakan di daerah tropis. Pisang memiliki berbagai jenis kultivar, termasuk Talas, Rutai, Kepok, Mas, Morosebo, Tanduk, Susu, Maulin, Red, Ambon, Raja, dan Cavendish. Tanaman ini memiliki batang semu yang tersusun dari pelepah-pelepah daun, dengan daun besar berbentuk memanjang dan tersusun dalam spiral.
Pisang telah lama dibudidayakan dan dimanfaatkan oleh manusia. Ensete edule, juga dikenal sebagai pisang Ethiopia, adalah salah satu jenis pisang yang tidak dapat dimakan tetapi menawarkan potensi dalam eksperimen hibridisasi dengan pisang umum. Pisang juga menjadi makanan pokok di banyak negara berkembang dan memainkan peran penting dalam ketahanan pangan global. Pisang memiliki berbagai manfaat dan kandungan gizi yang penting. Pisang mengandung enzim protease yang dapat dimanfaatkan dari limbah agronya. Pisang juga digunakan dalam berbagai produk olahan seperti wine pisang, pati resisten pisang, dan makanan ringan berbahan dasar pisang.
Tanaman pisang sangat beragam tergantung pada kultivarnya. Sebagai
contoh, struktur morfologi bunga dari berbagai kultivar pisang Kepok
menunjukkan variasi dalam warna kantong serbuk sari, pigmentasi tepal, warna
tepal, bentuk tepal, dan bentuk stigma. Selain itu, penelitian menunjukkan
perbandingan jumlah dan ukuran stomata pada daun pisang Klutuk dan Ambon,
dengan jumlah stomata yang lebih sedikit pada pisang Klutuk tetapi ukuran
stomata yang serupa di kedua varietas. Tanaman pisang membutuhkan kondisi
tumbuh yang spesifik. Penelitian menunjukkan bahwa penanaman pisang yang tahan
terhadap Sigatoka hitam dengan sistem irigasi yang dipadukan dengan tanaman
tahunan dapat menyebabkan penundaan dalam siklus tanam. Penggunaan kultur
meristem juga direkomendasikan untuk menghindari penyebaran penyakit layu
fusarium dan memastikan hasil panen yang sehat
KLASIFIKASI
Pohon Pisang, yang secara ilmiah dikenal sebagai Musa spp.,
termasuk dalam Kingdom Plantae. berikut merupakan
klasifikasi lengkapnya
- Kingdom : Plantae
- Subkingdom : Tracheobionta
- Super Divisi : Spermatophyta
- Divisi : Magnoliophyta
- Kelas : Liliopsida
- Subkelas : Commelinidae
- Ordo : Zingiberales
- Famili : Musaceae
- Genus : Musa
- Spesies : Musa paradisiaca
MORFOLOGI
Sama seperti klasifikasinya yang unik, tanaman pisang juga punya
morfologi yang menarik. Yuk, kita lihat lebih dekat seperti apa sih bentuk dari
tanaman mentega ini!
Akar Tanaman Pisang
Pohon pisang memiliki sistem perakaran serabut
karena pisang termasuk sebagai tanaman monokotil. Akar pada pisang berwarna
kecokelatan dan biasanya tumbuh menyebar mendekati permukaan tanah. Akar
tersebut bisa tumbuh hingga kedalaman 75 – 150 cm. Akar ini bisa tumbuh hingga
5 cm.
Batang Tanaman Pisang
Batang sejati pada tanaman pisang bagian
pangkalnya berupa umbi batang yang tertanam dalam tanah. Selama pertumbuhan, di
bagian atas umbi terdapat sebuah titik tumbuh untuk pertumbuhan daun. Inilah
yang nantinya akan tersusun rapat dan berlapis-lapis membentuk batang semu yang
terlihat berdiri kokoh. Batang semu tersebut muncul dari pelepah daun pisang
yang saling menutupi dengan kuat dan kokoh sehingga terlihat seperti batang
tumbuhan. Batang semu ini memiliki bentuk silindris dan berlapis-lapis. Batang
ini tidak berkayu dan tidak berkambium sehingga tekstur batang lebih lunak dan
berair. Seiring pertumbuhannya, batang semu tersebut akan membentuk lapisan
baru, sedangkan lapisan lama terdorong keluar dan mengelupas. Warna batang semu
ini adalah hijau muda dengan lapisan yang berwarna kecokelatan. Batang pisang
bertipe simpodial dengan jaringan meristem di bagian ujung yang memanjang
kemudian membentuk bunga.
Daun Tanaman Pisang
Daun pisang berbentuk memanjang dan lebar
dengan pertulangan daun besar yang disebut dengan pelepah. Pelepah pisang
mengandung air yang tinggi dan bagian dalamnya berongga. Ujung daun berbentuk
tumpul dengan bagian tepi yang rata. Daun pisang pada bagian atas permukaannya
mengkilap dan berwarna hijau. Sedangkan pada bagian bawahnya daun pisang
tertutup lapisan lilin yang berwarna putih. Pada daun muda berwarna hijau tua
sedangkan pada daun muda permukaannya berwarna hijau muda. Pada daun muda yang
baru muncul dari titik tumbuh biasanya masih menggulung.
Bunga Tanaman Pisang
Bunga pada tanaman pisang juga disebut jantung
pisang yang memiliki ukuran antara 10 hingga 25 cm. Bunga ini terdiri dari
tandan dan dalam satu tandan terdapat beberapa kelompok bunga yang setiap
kelompoknya tersusun secara berderet. Bunga pisang ini ditutupi oleh daun
pelindung yang berwarna merah keunguan yang permukaannya dilapisi oleh lilin,
daun ini disebut dengan bractea. Fungsi bractea adalah untuk melindungi bunga
pisang yang memang mudah rontok. Setiap bunga memiliki benang sari berjumlah 5
helai. Sementara pada bunga betina terdapat bakal buah yang bentuknya bersegi.
Bunga jantan panjangnya sekitar 6 cm dan memiliki benang sari berjumlah 5
helai.
Buah Tanaman Pisang
Buah pisang merupakan hasil pertumbuhan dari
bakal buah. Buah ini tergolong sebagai buah buni yang bentuknya silinder.
Biasanya buah pisang tersusun berderet dan disebut dengan sisir. Sisir akan
terus tumbuh memanjang membentuk sisir yang selanjutnya. Pada beberapa pemilik
pohon pisang, biasanya bagian jantung pisang yang paling bawah dipotong karena
sudah tidak bisa membentuk sisir yang berikutnya. Setiap sisir pisang terdapat
10 hingga 16 buah pisang.
Saat buah masih mentah, buah memiliki kulit
berwarna hijau dan apabila sudah masak warna kulit berubah menjadi kuning.
Ketebalan kulit pisang dari masing-masing varietas berbeda-beda misalnya pada
pisang ulin memiliki kulit yang sangat tipis jika dibandingkan pisang raja yang
kulitnya tebal. Sebuah pisang umumnya memiliki panjang antara 12 hingga 18 cm
dengan diameter sekitar 3 cm. Buah pisang yang telah masak rasanya sangat manis
dan teksturnya lunak. Saat dikupas, pada daging buah terdapat serat yang
menempel. Sementara jika dibelah terdapat biji berwarna hitam.
Biji Tanaman Pisang
Biji buah pisang tertanam di dalam daging
buahnya. Biji tersebut berukuran kecil, berwarna hitam dan bulat. Tidak semua
buah pisang memiliki biji, hanya varietas tertentu saja seperti pisang klutuk
dan pisang kepok.
Tanaman Pisang di Kampus F7
Alamat : Jl. Raya Klp. Dua Wetan No.5a 4, RT.4/RW.8, Klp. Dua Wetan, Kec. Ciracas, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13740
DAFTAR PUSTAKA
Choudhury, A. B.
(1959). A Note on Ensete edule , Ethiopian Banana. The Indian Forester.https://www.semanticscholar.org/paper/4cd493a86afaf7be25fd9fe0cbcbd4176e1cc5d1
de Souza, I., Pereira, M. C. T.,
Ribeiro, R. C. F., Nietsche, S., Maia, V. M., & Lemos, J. P. (2010).
Irrigated cultivation of banana resistant to black sigatoka, with annual
intercrops. Revista Brasileira de Fruticultura, 32(1), 172–180.
https://doi.org/10.1590/s0100-29452010005000007
Emmanuel, E., & Ekpa, E. (2017). Cysteine
proteases from Banana Agrowastes.
https://www.semanticscholar.org/paper/6dff432ddf1b822ee0eb25b4e5371d88347ae44d
Hastomo, Febri, W. (2018). PERBANDINGAN
JUMLAH DAN UKURAN STOMATA DAUN PISANG KLUTUK ( Musa balbisiana Colla ) DAN
PISANG AMBON ( Musa paradisica L . ). eprints.ums.ac.id.
https://eprints.ums.ac.id/id/eprint/66543
Hwang, S. C., Chen, C. L., Lin, J. C.,
& Lin, H. L. (2022). Cultivation of Banana using Plantlets from Meristem
Culture. HortScience, 19(2), 231–233.
https://doi.org/10.21273/hortsci.19.2.231
Karthik, G., Karthik, G., Praburam, N.,
& Praburam, N. (2016). Detection and prevention of Banana leaf diseases
from banana plant using Embeeded Linux board. Online International
Conference on Green Engineering and Technologies.
https://doi.org/10.1109/get.2016.7916817
Lumowa, S. V. T., Sunaryo, W., Turista,
D. D. R., Nasution, R., Anwar, Y., Kurniawati, Z. L., & Reflinur, R.
(2022). The diversity of banana cultivars in East Kalimantan based on
morphological characteristic. Edubiotik : Jurnal Pendidikan, Biologi Dan
Terapan, 7(02), 82–89. https://doi.org/10.33503/ebio.v7i02.1672
Ulhaq, S. S. D., & Ulhaq, S. S. D.
(2019). KARAKTERISASI STRUKTUR MORFOLOGI BUNGA DARI BERBAGAI KULTIVAR PISANG
KEPOK (Musa paradisiaca L.).
https://www.semanticscholar.org/paper/30a3467ad6e64ddf4fa02623a909601a081f8c20
Wang, F., & Fan, W. (2014).
Application of banana plants in the construction of urban agriculture in
Dongguan. Guangdong Agricultural Sciences.
https://www.semanticscholar.org/paper/5374228e3f94da3dedfc5728d724c1530f393359


Komentar
Posting Komentar